Beda Wuling New Binguo EV dan Binguo lama: bukan cuma warna
Binguo lama punya pilihan jarak 410 km dan port GB/T. New Binguo EV pindah ke CCS2, dibagi jadi Lite dan Pro, dan jaraknya disederhanakan ke 333 km. Saya jelaskan apa yang berubah dan apakah beli yang lama masih masuk akal.
Ada yang datang sambil bingung: "Mas, kok ada Binguo yang jaraknya 410 km, tapi di sini cuma 333? Yang baru malah lebih pendek?" Pertanyaan bagus, dan saya paham kenapa bikin garuk kepala. Sekilas terdengar seperti mundur, padahal ceritanya tidak sesederhana itu.
Jadi mari saya rapikan: apa yang berubah dari Binguo EV lama ke New Binguo EV, kenapa varian 410 km dihapus, dan apa artinya buat Anda yang menimbang beli baru atau bekas.
Binguo EV lama itu yang mana? (sejak 2023)
Wuling pertama memasarkan Binguo EV sejak 2023. Saat itu hadir dalam satu varian dengan dua pilihan jarak tempuh: 333 km dan 410 km. Inilah Binguo yang sekarang banyak Anda temui di pasar mobil bekas, dan menariknya, model lama dengan port pengisian GB/T sebagian masih dijual baru juga.
Secara tampilan, Binguo lama sudah punya karakter retro yang sama menggemaskannya. Tapi beberapa hal yang sekarang jadi standar di versi baru, dulu belum ada, mulai dari jenis port pengisian sampai fitur kenyamanan kecil. Itu yang akan kita bandingkan.
New Binguo EV: dibagi jadi Lite dan Pro
New Binguo EV diperkenalkan pada 2025, bertepatan dengan ulang tahun ke-8 Wuling di Indonesia. Lineup-nya kini dibagi menjadi dua varian, Lite dan Pro, yang keduanya memakai jarak tempuh 333 km. Pembagian ini memudahkan: Anda tinggal pilih mau tampilan dan fitur level apa, karena mesin dan jaraknya sudah sama.
Pro duduk sebagai varian teratas dengan lampu LED X-shaped, jok kulit, kursi pengemudi elektrik, dan cruise control. Rincian beda Lite dan Pro saya bahas terpisah di perbandingan Binguo EV Lite dan Pro.
Kenapa varian 410 km dihapus?
Ini yang paling sering dipertanyakan. Wuling menghapus opsi 410 km berdasarkan riset internal: mayoritas pemilik Binguo memakai mobilnya untuk kebutuhan harian di dalam kota, dan jarak 333 km dinilai sudah paling relevan dan efisien untuk pola itu. Jadi alasannya bukan menurunkan kualitas, tapi menyesuaikan dengan cara orang benar-benar memakainya.
Jujur, untuk pemakaian kota harian, selisih 333 ke 410 km jarang benar-benar terpakai, karena mobil lebih sering dicas di rumah sebelum baterai habis. Tapi kalau Anda termasuk yang rutin menempuh jarak jauh, ini memang catatan yang perlu Anda pikirkan sebelum memutuskan.
Apa saja yang berubah selain varian?
Perubahan yang paling penting secara teknis adalah port pengisian. New Binguo EV memakai port CCS2, sementara Binguo lama memakai GB/T. CCS2 lebih nyaman dipakai di Indonesia karena umum tersedia di stasiun pengisian, jadi Anda tidak perlu repot adapter tambahan. Buat pemakaian jangka panjang, ini perbedaan yang terasa.
Selain itu ada sejumlah penyegaran: spion kini bisa lipat elektrik (dulu manual), pilihan warna bertambah dari tiga menjadi enam termasuk warna solid dan netral, plus tambahan fitur smart interconnection. Lampu dan tampilan pun ditata ulang sesuai varian Lite dan Pro. Penyegaran, bukan rombakan total, dan menurut saya itu langkah yang masuk akal.
Apa yang tetap sama?
Banyak yang tidak berubah, dan itu hal baik. Karakter retro hatchback-nya tetap. Dimensinya tetap 3.950 x 1.708 x 1.580 mm dengan kabin 5 penumpang dan bagasi luas. Jantung penggeraknya pun di kisaran yang sama, motor 50 kW dengan baterai LFP, jadi rasa berkendaranya tidak asing kalau Anda pernah mencoba yang lama.
Beli bekas Binguo lama atau New Binguo EV baru?
Jawaban jujurnya tergantung prioritas Anda. Binguo lama bekas biasanya lebih murah di depan, dan untuk harian kota itu bisa masuk akal. Tapi periksa kondisi baterai, riwayat servis, sisa garansi, dan ingat soal port GB/T-nya yang berbeda dari standar baru. Pada EV, kondisi baterai paling menentukan nilai.
New Binguo EV menang di port CCS2 yang lebih praktis, fitur lebih lengkap, garansi yang masih panjang, dan ketenangan unit baru. Kalau Anda ingin tidur nyenyak tanpa menebak kondisi baterai bekas dan ingin pengisian yang lebih mudah, beli baru lebih melegakan. Tidak ada jawaban yang salah, ini soal mana yang sesuai kebutuhan dan budget Anda.
Bingung membandingkan? Ceritakan rencana pemakaian dan budget Anda, kami bantu jujur tanpa mendorong ke yang lebih mahal. Mau lihat lineup terbarunya? Baca ulasan Wuling New Binguo EV dan halaman Wuling New Binguo EV. Mau rasakan langsung? Kami antar unit test drive ke rumah Anda.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa beda New Binguo EV dan Binguo EV lama?
New Binguo EV (2025) dibagi jadi varian Lite dan Pro dengan jarak 333 km, memakai port CCS2, spion lipat elektrik, dan enam pilihan warna. Binguo lama (2023) satu varian dengan pilihan 333 dan 410 km, port GB/T, dan spion manual. Performa dasarnya tetap mirip.
Kenapa New Binguo EV tidak ada varian 410 km lagi?
Wuling menghapusnya berdasarkan riset internal yang menunjukkan mayoritas pemilik Binguo memakainya untuk kebutuhan harian di kota, sehingga jarak 333 km dinilai paling relevan dan efisien. Untuk pemakaian kota, selisih jarak itu jarang benar-benar terpakai sehari-hari.
Apa beda port GB/T dan CCS2 di Binguo?
Binguo lama memakai port GB/T, sedangkan New Binguo EV memakai CCS2. CCS2 lebih umum tersedia di stasiun pengisian Indonesia, jadi lebih praktis tanpa perlu adapter tambahan. Ini salah satu alasan utama New Binguo lebih nyaman dipakai jangka panjang.
Apakah masih layak beli Binguo EV bekas yang lama?
Bisa layak kalau budget terbatas dan Anda teliti memeriksa kondisi baterai, riwayat servis, sisa garansi, serta paham soal port GB/T-nya. Pada mobil listrik, kondisi baterai paling menentukan nilai. Kalau ingin pengisian lebih praktis dan ketenangan penuh, unit baru dengan CCS2 lebih melegakan.