Beda Wuling New Cloud EV dan Cloud EV lama: yang berubah sejak 2024
Cloud EV lama 2024 dan New Cloud EV 2025 sekilas mirip, tapi ada satu perubahan yang benar-benar penting buat dompet Anda. Saya jelaskan apa saja yang berubah, dan apakah sebaiknya beli baru atau cari unit lama.
Kalau Anda lagi mencari Cloud EV, kemungkinan besar Anda menemukan dua hal yang membingungkan: unit lama keluaran 2024 yang harganya lebih miring, dan New Cloud EV yang dijual sekarang. Wajahnya mirip, joknya sama-sama empuk, jadi muncul pertanyaan yang masuk akal. "Bedanya cuma stiker tahun, atau memang ada yang berubah?"
Jawaban singkatnya: ada satu perubahan yang kelihatannya sepele tapi dampaknya nyata ke pengalaman harian Anda. Mari saya runut dari awal supaya jelas.

Ceritanya: dari satu varian jadi dua
Cloud EV masuk Indonesia pada Mei 2024 dengan satu varian saja, tanpa nama tambahan. Saat itu mobil ini langsung dianggap penantang serius di kelas mobil listrik keluarga. Lalu di IIMS 2025, Wuling menyegarkannya. Lahir varian Lite yang lebih terjangkau sebagai pintu masuk, sementara varian lama yang lengkap kini diberi nama Pro. Jadi kalau Anda dengar orang menyebut "Cloud EV Pro", itu sebenarnya penerus langsung dari Cloud EV 2024.
Perubahan paling penting: port pengisian CCS2
Ini bagian yang ingin saya tekankan, karena sering terlewat saat orang cuma membandingkan tampilan. Cloud EV lama memakai port pengisian tipe GB/T. Port itu sebenarnya nyaman untuk pengisian di rumah, tapi jadi merepotkan saat Anda mau mengisi di stasiun pengisian umum yang kebanyakan memakai standar CCS2. Solusinya dulu adalah membeli adapter, dan harganya bisa menyentuh belasan juta rupiah.
New Cloud EV langsung memakai port CCS2. Artinya Anda bisa mampir ke SPKLU umum dan mengisi cepat tanpa drama adapter. Buat Anda yang sesekali jalan agak jauh atau tidak selalu bisa mengisi di rumah, perubahan ini jauh lebih berharga daripada sekadar warna baru. Buat saya, ini alasan teknis terkuat untuk memilih yang baru.
Munculnya Lite dan penamaan Pro
Dengan hadirnya Lite, sekarang ada pilihan yang lebih ramah di kantong tanpa mengubah performa. Lite memangkas sebagian fitur kenyamanan dan keselamatan, tapi baterai, motor, dan jarak tempuhnya sama persis dengan Pro. Kalau Anda penasaran fitur apa saja yang berbeda di antara keduanya, saya bahas tuntas di Cloud EV Lite vs Pro.
Warna baru
Penyegaran ini juga membawa dua pilihan warna baru, yaitu Tungsten Steel Grey dan Aurora Silver. Bukan perubahan besar, tapi buat sebagian orang warna itu penentu, jadi saya sebutkan biar lengkap.

Yang tetap sama, dan itu kabar baik
Banyak yang tidak berubah, dan menurut saya justru bagus. Baterai LFP 50,6 kWh, klaim jarak 460 km CLTC, motor 100 kW (134 hp) dengan torsi 200 Nm, dimensi bodi, sampai Sofa Mode dengan kursi yang bisa rebah 135 derajat, semuanya tetap. Artinya karakter nyaman dan senyap yang jadi nilai jual Cloud EV sejak awal masih utuh. Anda tidak kehilangan apa pun yang membuat mobil ini disukai.
Jadi, beli baru atau cari unit lama?
Begini cara saya menimbangnya, sejujurnya. Kalau Anda hampir selalu mengisi daya di rumah dan jarang menyentuh SPKLU, Cloud EV lama bekas dengan harga lebih miring masih sangat masuk akal. Karakter berkendara dan kenyamanannya sama. Tapi kalau Anda mau ketenangan bisa mengisi cepat di mana saja tanpa pusing adapter, atau Anda ingin garansi penuh unit baru, New Cloud EV dengan CCS2 sepadan dengan selisihnya. Tidak ada jawaban yang salah, yang ada cuma pola pakai Anda.
Masih ragu menimbang keduanya? Sebutkan kebiasaan mengisi daya dan rute harian Anda, kami bantu pilihkan tanpa memaksa. Mau lihat unit barunya langsung? Kami bisa atur test drive, atau lihat ringkasannya di panduan New Cloud EV.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa perbedaan utama New Cloud EV dengan Cloud EV lama?
Yang paling penting adalah port pengisian. Cloud EV lama memakai GB/T, sedangkan New Cloud EV memakai CCS2 yang lebih umum di stasiun pengisian umum Indonesia sehingga tidak perlu adapter mahal. Selain itu muncul varian Lite, varian lama dinamai Pro, dan ada dua warna baru.
Apakah baterai dan jarak tempuhnya berubah?
Tidak. Baterai LFP 50,6 kWh, klaim jarak 460 km CLTC, dan motor 100 kW dengan torsi 200 Nm tetap sama antara model lama dan New Cloud EV. Dimensi bodi dan fitur Sofa Mode juga tidak berubah.
Cloud EV lama masih layak dibeli?
Masih, terutama kalau Anda hampir selalu mengisi daya di rumah dan jarang ke SPKLU. Karakter berkendara dan kenyamanannya sama dengan yang baru. Pertimbangan utamanya hanya port GB/T yang butuh adapter bila ingin fast charging di stasiun umum.
Kapan New Cloud EV diluncurkan?
New Cloud EV diperkenalkan di IIMS 2025, sebagai penyegaran dari Cloud EV yang pertama kali masuk Indonesia pada Mei 2024.