Mitra EV Long Range vs Premium Range: 300 km atau 400 km yang Anda butuh?
Selisihnya sekitar 30 juta dan 100 km jarak. Saya bandingkan baterai 41,9 kWh dan 56,2 kWh Wuling Mitra EV, cara menghitung jarak nyata harian, dan kapan Long Range sudah lebih dari cukup.
Pertanyaan yang paling sering bikin orang ragu di showroom Mitra EV bukan soal bodi, tapi soal jarak. "Ambil yang 300 km cukup tidak, ya, atau sekalian yang 400 km biar aman?" Wajar bingung, karena selisihnya bukan cuma angka di brosur, tapi sekitar 30 juta yang nyata di harga.
Jadi mari kita hitung dengan kepala dingin. Apa beda kedua varian, berapa jarak nyata yang masuk akal, dan kapan Long Range sudah lebih dari cukup sehingga Anda tidak perlu bayar lebih untuk jarak yang tidak terpakai.

Apa beda Long Range dan Premium Range?
Bedanya satu hal utama: ukuran baterai dan jarak tempuhnya. Long Range memakai baterai Lithium Iron Phosphate 41,9 kWh dengan klaim jarak hingga 300 km (CLTC). Premium Range naik ke 56,2 kWh dengan klaim hingga 400 km (CLTC). Sisanya, motor 75 kW dan torsi 180 Nm, sama persis di kedua varian.
Jadi Premium Range tidak lebih kencang, hanya bisa menempuh jarak lebih jauh sekali isi. Untuk kendaraan kerja, ini soal seberapa sering Anda harus berhenti mengisi, bukan soal kecepatan.
Jarak nyata vs klaim CLTC
Ini penting dan sering bikin kecewa kalau tidak dijelaskan. Angka 300 dan 400 km itu hasil pengujian CLTC, standar dari Tiongkok yang cenderung optimistis. Di jalan nyata, apalagi dengan muatan penuh, AC menyala, dan macet Jabodetabek, jarak realistisnya lebih rendah. Patokan aman, kurangi sekitar 20 sampai 30 persen dari angka klaim untuk pemakaian harian yang berat.
Artinya, Long Range yang diklaim 300 km lebih realistis di kisaran 210 sampai 240 km saat dipakai kerja penuh. Premium Range yang 400 km kira-kira 280 sampai 320 km. Saya sengaja kasih angka konservatif supaya Anda tidak terjebak menghitung pakai angka ideal yang jarang tercapai.
Hitung kebutuhan harian Anda dulu
Cara paling jujur memilih: hitung jarak terjauh yang Anda tempuh dalam satu hari kerja, lalu beri ruang aman. Kalau rute harian Anda di bawah 150 km, misalnya muter distribusi dalam kota lalu pulang, Long Range sudah lega. Anda cas malam, pagi penuh, dan tidak pernah menyentuh batas baterai. Bayar lebih untuk Premium Range justru jadi kapasitas yang menganggur.
Tapi kalau rute Anda kadang tembus 200 km lebih dalam sehari, atau Anda sering keluar kota ke wilayah yang SPKLU-nya jarang, Premium Range memberi bantalan yang menenangkan. Bukan supaya bisa menempuh 400 km tiap hari, tapi supaya Anda tidak deg-degan mencari colokan di tengah pekerjaan.

Selisih harga: kapan tambahan 30 juta itu sepadan?
Di daftar harga kami, OTR Jakarta sebelum diskon, selisih Long Range ke Premium Range sekitar Rp 30.000.000. Untuk Blind Van, Rp 328.000.000 ke Rp 358.000.000. Untuk Minibus, Rp 348.000.000 ke Rp 378.000.000. Pertanyaannya, apakah 100 km jarak ekstra itu sepadan dengan tambahan segitu?
Jawabannya tergantung rute, bukan gengsi. Kalau jarak ekstra itu benar-benar Anda pakai rutin, Premium Range menghemat waktu berhenti mengisi yang dalam usaha berarti uang. Kalau tidak, uang 30 juta itu lebih berguna untuk modal kerja atau dana operasional. Jangan beli jarak yang tidak akan Anda tempuh.
Soal pengisian: keduanya sama cepatnya
Satu hal yang menyamakan keduanya: sistem pengisian. Long Range dan Premium Range sama-sama pakai CCS2 dengan fast charging yang mengisi 30 sampai 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Jadi kalaupun Anda perlu menambah daya di tengah hari, jeda yang dibutuhkan mirip, hanya kapasitas totalnya yang beda.
Wuling juga memasangkan home charger untuk pembeli baru, jadi pengisian utama idealnya tetap di basis Anda pada malam hari. Dengan pola ini, perbedaan kedua baterai paling terasa hanya di hari-hari dengan rute panjang yang tidak biasa.
Jadi, pilih yang mana?
Pilih Long Range kalau rute harian Anda terukur di bawah sekitar 150 km dan Anda selalu bisa mengisi di malam hari. Pilih Premium Range kalau rute Anda sering panjang, tidak menentu, atau menjangkau daerah dengan SPKLU terbatas. Keduanya sama bertenaga dan sama cepat diisi, jadi keputusannya benar-benar soal jarak, bukan rasa berkendara.
Bingung menghitung rute harian Anda masuk yang mana? Sebutkan rute dan jarak terjauh Anda ke kami, nanti kami bantu taksir tanpa mendorong ke yang lebih mahal. Mau baca gambaran utuh mobilnya? Ada di ulasan Wuling Mitra EV. Mau tahu hitungan biayanya? Baca harga dan biaya operasional Mitra EV. Lihat harga dan warna di halaman Mitra EV.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa kapasitas baterai Mitra EV Long Range dan Premium Range?
Long Range memakai baterai LFP 41,9 kWh dengan klaim jarak hingga 300 km (CLTC). Premium Range memakai 56,2 kWh dengan klaim hingga 400 km (CLTC). Motor dan tenaganya sama, yang berbeda hanya ukuran baterai dan jarak tempuhnya.
Apakah jarak 300 km dan 400 km itu nyata?
Itu angka klaim CLTC dari pengujian standar. Di pemakaian nyata dengan muatan, AC, dan macet, jaraknya lebih rendah. Patokan aman, kurangi sekitar 20 sampai 30 persen, jadi Long Range realistis di kisaran 210 sampai 240 km dan Premium Range di 280 sampai 320 km.
Berapa selisih harga Long Range dan Premium Range?
Sekitar Rp 30.000.000. Untuk Blind Van, Rp 328.000.000 ke Rp 358.000.000. Untuk Minibus, Rp 348.000.000 ke Rp 378.000.000. Keduanya OTR Jakarta sebelum diskon. Tanyakan promo yang berlaku ke kami.
Apakah Premium Range mengisi daya lebih lama?
Waktu fast charging 30 sampai 80 persennya mirip, sekitar 30 menit lewat CCS2, karena sistem pengisiannya sama. Yang berbeda hanya kapasitas total baterainya, jadi Premium Range menyimpan lebih banyak energi untuk jarak lebih jauh.