Wuling Eksion EV vs PHEV: pilih listrik murni atau hybrid colok?
Eksion EV bisa 530 km sekali cas tanpa bensin. Eksion PHEV bisa tembus 1.000 km karena masih pakai bensin, pas buat yang suka jalan jauh. Saya bantu Anda memilih yang cocok, dengan jujur soal kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Menariknya, dari sekitar 1.500 pemesan pertama Eksion, mayoritas justru memilih versi listrik murni. Tapi angka itu jangan langsung Anda telan sebagai jawaban, karena yang cocok untuk kebanyakan orang belum tentu cocok untuk rute Anda. Pilihan EV atau PHEV ini soal kebiasaan, bukan soal ikut tren.
Saya bahas apa adanya, termasuk kapan sebaiknya pilih yang mana untuk sebuah SUV keluarga seperti ini.
Beda paling dasar
Eksion EV jalan murni dengan listrik. Tidak ada mesin bensin, tidak ada ke SPBU, Anda mengisinya dengan dicas. Eksion PHEV punya dua sumber tenaga: baterai yang bisa dicas, dan mesin bensin 1.498 cc. Saat baterai menipis, mesin bensin mengambil alih, jadi Anda tidak pernah benar-benar kehabisan tenaga selama masih ada bensin di tangki 52 liternya.
Eksion EV: 530 km tanpa setetes bensin
EV memakai motor listrik 150 kW (201 hp) bertorsi 310 Nm dan baterai LFP 69,2 kWh, dengan klaim jarak 530 km CLTC. Tarikannya halus dan langsung, dan kabin SUV ini jadi sangat senyap karena tidak ada suara mesin sama sekali. Untuk SUV yang kerap dipakai harian di kota, karakter tenang seperti ini terasa mewah.
EV paling masuk akal kalau rumah Anda bisa dipasang pengisian daya, pemakaian harian mayoritas dalam kota atau antar kota dekat, dan Anda ingin biaya operasional serendah mungkin. Jujurnya, kalau Anda hobi menyetir jauh ke daerah yang stasiun pengisiannya masih jarang, EV bisa bikin Anda menghitung-hitung sisa baterai. Itu bukan kekurangan mobilnya, tapi soal kesiapan infrastruktur di rute petualangan Anda.
Eksion PHEV: tenang sampai 1.000 km untuk yang suka jalan jauh
PHEV memadukan mesin bensin 1.498 cc Atkinson (105 hp) dengan motor listrik 145 kW (195 hp) lewat Dedicated Hybrid Transmission, plus baterai 20,5 kWh. Mode listrik murninya sampai 125 km, cukup untuk pulang-pergi kerja harian tanpa menyentuh bensin. Tapi begitu Anda mau mengajak keluarga liburan jauh, bensin masuk dan total jangkauannya tembus 1.000 km lebih. Tidak ada kecemasan soal stasiun pengisian saat melintasi daerah, karena SPBU ada di mana-mana.
Bukan kebetulan Wuling mengajak Eksion PHEV menyusuri pesisir selatan Jawa saat memperkenalkannya. Itu rute jarak jauh dengan medan bervariasi, justru di situ PHEV menunjukkan gunanya: hemat seperti mobil listrik untuk harian, tapi tenang seperti mobil bensin saat jarak jauh. Catatan jujur saya, supaya tetap irit, baterainya tetap perlu rajin dicas di rumah. Kalau cuma mengandalkan bensin terus, sebagian keunggulan iritnya hilang.
Apa pun pilihannya, kabin dan ruangnya sama nyaman
Satu hal yang sering terlupa: EV dan PHEV memakai bodi SUV yang sama, jadi keunggulan ruang dan teknologi kabinnya berlaku di kedua versi. Bagasinya lapang untuk kebutuhan keluarga, teknologi layarnya praktis dipakai harian, dan efisiensinya bikin perjalanan terasa ringan. Jadi pilihan EV atau PHEV tidak mengorbankan kenyamanan kabin.
Ruang bagasinya gampang menelan koper, perlengkapan liburan, sampai barang belanja besar. Buat keluarga yang sering bepergian, kelapangan ini yang membuat perjalanan terasa tidak berebut tempat, baik liburan akhir pekan maupun mudik jarak jauh.
Di dalam, layar ganda menyatukan informasi berkendara dan hiburan dalam tampilan yang gampang dibaca. Teknologinya dibuat praktis, bukan sekadar ramai fitur, jadi pengemudi tidak perlu repot mempelajari menu yang berbelit saat sedang menyetir.
Karakter efisien inilah yang membuat keduanya enak untuk pemakaian jangka panjang. Biaya energi yang terkendali membuat Anda lebih bebas merencanakan perjalanan, dan lebih fokus menikmati momen bersama keluarga di sepanjang jalan.
Biaya dan perawatan, sejujurnya
EV lebih murah dirawat. Tidak ada oli mesin, busi, atau filter bahan bakar yang perlu rutin diganti, dan biaya isi dayanya jauh lebih murah daripada bensin. Bonusnya, program early bird memberi gratis perawatan berkala lebih lama untuk versi EV. PHEV punya komponen lebih banyak karena ada mesin bensin sekaligus sistem listrik, jadi perawatannya sedikit lebih kompleks dan tetap perlu ganti oli mesin. Tukarannya, PHEV memberi ketenangan jarak yang tidak dimiliki EV.
Selisih harga
Di daftar kami, pada trim yang sama PHEV lebih mahal dari EV. PHEV CE Rp 459.000.000 dibanding EV CE Rp 399.000.000, dan PHEV EX Rp 509.000.000 dibanding EV EX Rp 469.000.000. Jadi Anda membayar lebih untuk fleksibilitas bensin plus listrik. Apakah itu sepadan, balik lagi ke rute dan kebiasaan Anda.
Jadi, pilih yang mana?
Pilih EV kalau Anda bisa mengisi daya di rumah, pemakaian mayoritas dalam kota, dan ingin biaya serendah mungkin tanpa repot bensin. Pilih PHEV kalau Anda sering jalan jauh atau hobi liburan ke daerah, belum siap full listrik, dan ingin ketenangan total jangkauan 1.000 km. Tidak ada yang salah, yang ada cuma pola pakai Anda. Kalau masih ragu, sebutkan rute harian dan seberapa sering Anda jalan jauh, kami bantu pilihkan tanpa memaksa.
Mau lihat gambaran besar mobilnya dulu? Ada di panduan Wuling Eksion. Mau coba langsung rasa berkendara keduanya? Kami bisa atur test drive ke rumah Anda.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah Eksion PHEV harus selalu dicas?
Tidak harus, karena PHEV bisa jalan dengan bensin saat baterai habis. Tapi mengisi baterai secara rutin di rumah membuatnya jauh lebih irit, karena Anda bisa menempuh sampai 125 km dengan listrik murni sebelum bensin terpakai. Kalau tidak pernah dicas, sebagian keunggulan iritnya hilang.
Berapa jarak tempuh Eksion EV dan PHEV?
Eksion EV mengklaim 530 km CLTC dengan baterai 69,2 kWh. Eksion PHEV mampu 125 km dengan listrik murni, dan total lebih dari 1.000 km bila digabung dengan mesin bensinnya.
Mana yang lebih irit, Eksion EV atau PHEV?
Untuk biaya per kilometer dan perawatan, EV umumnya lebih murah karena tidak ada mesin bensin. PHEV tetap sangat irit untuk harian bila baterainya rajin dicas, tapi membawa biaya tambahan mesin bensin. EV menang di biaya, PHEV menang di fleksibilitas jarak untuk perjalanan jauh.
Berapa selisih harga Eksion EV dan PHEV?
Pada trim yang sama, PHEV lebih mahal sekitar Rp 40 sampai Rp 60 juta. PHEV CE Rp 459.000.000 dibanding EV CE Rp 399.000.000, dan PHEV EX Rp 509.000.000 dibanding EV EX Rp 469.000.000, OTR Jakarta.