Lewati ke konten
Hybrid

Cara kerja hybrid DHT Wuling: kapan pakai listrik, kapan pakai mesin

Hybrid DHT Wuling berpindah sendiri di antara tiga mode: EV, Series, dan Parallel. Saya jelaskan pelan-pelan kapan mobil pakai listrik, kapan pakai mesin, dan kenapa justru irit di kota macet.


Banyak yang masih bingung waktu saya bilang Wuling Almaz Hybrid tidak perlu dicolok. "Lah, terus listriknya dari mana?" Pertanyaan yang bagus. Jawabannya ada di satu komponen bernama DHT, dan cara kerjanya lebih pintar dari yang kelihatan.

Saya tahu istilah seperti "series" dan "parallel" terdengar teknis. Jadi mari kita pelan-pelan saja, pakai bahasa sehari-hari. Setelah paham ini, Anda akan mengerti kenapa mobil hybrid justru paling irit di tempat yang paling Anda benci: macet.

Ilustrasi tiga mode kerja Dedicated Hybrid Transmission Wuling

Apa itu DHT di Wuling Almaz Hybrid?

DHT singkatan dari Dedicated Hybrid Transmission. Ini bukan transmisi biasa yang sekadar memindah gigi. Anggap saja DHT itu otak yang mengatur kapan mobil memakai motor listrik, kapan memakai mesin bensin, dan kapan keduanya bekerja bersama. Di New Almaz RS Pro Hybrid, DHT menyatukan mesin bensin 1.999 cc Atkinson cycle (123 hp) dengan motor listrik 130 kW bertorsi 320 Nm dan baterai Ternary Lithium.

Yang penting buat Anda: tidak ada tombol yang wajib dipencet. Anda menyetir biasa, sistemnya yang memutuskan sumber tenaga paling pas setiap detik. Mobil baca kondisi, lalu memilih sendiri.

Tiga mode yang berpindah sendiri

Inti DHT ada di tiga mode kerja yang bergantian otomatis. Anda tidak akan merasakan perpindahannya sebagai hentakan, lebih seperti mobil yang diam-diam mengatur napasnya sendiri. Begini masing-masingnya.

EV Mode: murni listrik

Saat jalan pelan, baru mulai bergerak, atau merayap di kemacetan, mobil berjalan dengan motor listrik saja. Mesin bensin mati. Hasilnya senyap, halus, dan tidak ada bensin yang terbakar. Ini mode yang paling sering aktif di dalam kota, dan paling terasa berbeda dari mobil bensin biasa.

Series Hybrid: mesin jadi generator

Saat baterai mulai perlu diisi tapi kecepatan belum tinggi, mesin bensin menyala. Tapi menariknya, mesin di sini tidak menggerakkan roda. Tugasnya memutar generator untuk mengisi baterai dan menyuplai motor listrik. Jadi yang mendorong mobil tetap motor listrik, sementara mesin bekerja di putaran yang efisien. Buat Anda terasa tetap halus, cuma terdengar mesinnya hidup.

Parallel Hybrid: mesin dan motor bersama

Saat Anda butuh tenaga besar, misalnya menyalip di tol atau menanjak, mesin bensin ikut menggerakkan roda secara langsung, berbarengan dengan motor listrik. Dua sumber tenaga mendorong bersamaan. Di sinilah tarikan terasa paling bertenaga, dan kombinasi inilah yang bikin SUV seberat ini tetap responsif.

Kenapa pengaturan ini bikin irit?

Kemacetan di gerbang tol, kondisi stop-and-go tempat hybrid paling irit

Kuncinya ada di kebiasaan mesin bensin. Mesin bensin justru paling boros saat berjalan pelan dan stop-and-go, persis kondisi macet harian. Nah, di situ DHT memilih mode listrik, jadi mesin tidak ikut menderita di kemacetan. Mesin baru menyala saat memang efisien, entah untuk mengisi baterai di putaran optimal atau membantu di kecepatan menengah ke atas.

Hasilnya konsumsi rata-rata di kisaran 14,9 sampai 16,1 km per liter, dan bisa tembus 19 sampai 20 km per liter kalau banyak bermain di kota dengan gaya halus. Itu sebabnya hybrid menang justru di kota macet, kebalikan dari anggapan banyak orang yang mengira mobil irit harus di jalan kosong.

Bedanya dengan hybrid biasa dan PHEV?

Ini sering tertukar, jadi saya luruskan. Hybrid model lama yang sederhana cenderung memakai motor listrik sebagai pembantu mesin saja, porsinya kecil. Sistem series-parallel seperti DHT lebih fleksibel: mobil bisa lebih sering berjalan murni listrik, dan mesin dipakai hanya saat paling masuk akal.

Lalu ada PHEV alias plug-in hybrid. Bedanya, PHEV punya baterai besar yang bisa dicolok dan sanggup jalan puluhan kilometer murni listrik. Almaz Hybrid bukan itu. Baterainya kecil dan mengisi sendiri dari mesin serta pengereman, jadi Anda tidak perlu mencari colokan sama sekali. Cukup isi bensin biasa. Buat banyak orang, kesederhanaan inilah daya tariknya: hemat, tapi tanpa repot infrastruktur charging.

Apa yang perlu Anda lakukan sebagai pengemudi?

Jujur, hampir tidak ada. Anda tidak wajib memencet mode apa pun, cukup nyetir seperti biasa dan biarkan DHT bekerja. Kalau mau memaksimalkan iritnya, kuncinya sederhana: injak gas dengan halus, manfaatkan perlambatan saat melepas gas, dan jaga tekanan ban. Hal-hal kecil yang sama seperti menghemat mobil biasa.

Satu hal yang perlu Anda terima dengan tenang: di tanjakan panjang atau saat butuh tenaga terus-menerus, mesin akan lebih sering menyala dan suaranya terdengar. Itu normal, bukan tanda kerusakan. Mobil sedang memilih sumber tenaga yang paling kuat untuk situasi itu.

Regenerative braking: rem yang ikut mengisi baterai

Salah satu cara baterai Almaz Hybrid mengisi sendiri adalah lewat regenerative braking. Saat Anda melepas gas atau menginjak rem, motor listrik berbalik fungsi menjadi generator. Energi yang biasanya terbuang jadi panas di kampas rem malah ditangkap dan dikembalikan ke baterai. Jadi setiap kali Anda memperlambat mobil, ada sedikit tabungan listrik yang masuk tanpa Anda sadari.

Efek sampingnya menyenangkan. Karena sebagian perlambatan dikerjakan motor, kampas rem tidak bekerja sekeras mobil biasa, sehingga cenderung lebih awet. Di kota yang penuh ritme rem dan gas, mekanisme ini berjalan terus-menerus, dan itu bagian dari alasan kenapa hybrid terasa pas untuk pemakaian harian.

Mode mana yang aktif di skenario harian Anda?

Biar lebih kebayang, mari tempelkan ke rutinitas nyata. Saat berangkat pagi dan merayap di kemacetan kompleks menuju jalan besar, mobil hampir selalu di EV Mode, senyap dan tanpa membakar bensin. Begitu masuk jalan yang lebih lancar dan baterai mulai perlu diisi, sistem bergeser ke Series Hybrid, mesin menyala halus sebagai generator.

Saat Anda masuk tol dan menambah kecepatan untuk menyalip, Parallel Hybrid mengambil alih, mesin dan motor mendorong bersama. Lalu di jalan menurun panjang sepulang dari arah pegunungan, regenerative braking bekerja mengisi baterai sambil ikut menahan laju. Satu perjalanan, beberapa mode, semuanya otomatis. Anda cukup menikmati nyetirnya.

Apakah perpindahan modenya terasa saat dikendarai?

Inilah bagian yang sering bikin orang kaget waktu pertama mencoba: perpindahan tiga mode tadi nyaris tidak terasa. Tidak ada hentakan seperti pindah gigi, tidak ada jeda tenaga. Yang Anda rasakan cuma tarikan awal yang spontan khas motor listrik, lalu mobil melaju mulus. Satu-satunya petunjuk mode berganti biasanya hanya suara mesin yang sesekali muncul lalu hilang lagi.

Buat saya, justru kehalusan ini yang bikin betah di perjalanan panjang. Anda tidak perlu memikirkan apa pun soal mesin atau baterai, mobil mengurus dirinya sendiri, dan Anda fokus ke jalan. Tapi seperti biasa, hal seperti ini paling jujur dirasakan langsung, bukan dibaca. Sempatkan test drive kalau Anda penasaran.

Mau paham gambaran utuh mobilnya, bukan cuma mesinnya? Baca ulasan lengkap Wuling New Almaz RS Pro Hybrid. Mau lihat spesifikasi dan harganya? Mampir ke halaman Wuling New Almaz RS. Atau paling enak, rasakan sendiri perpindahan modenya yang halus: kami bisa antar unit test drive ke rumah Anda, coba dulu baru memutuskan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah Wuling Almaz Hybrid perlu dicolok untuk mengisi baterai?

Tidak perlu. Ini hybrid biasa (HEV), bukan plug-in. Baterainya mengisi sendiri dari mesin lewat mode Series dan dari pengereman regeneratif. Anda cukup mengisi bensin seperti mobil pada umumnya, lalu DHT yang mengatur sisanya.

Apakah Almaz Hybrid bisa jalan murni pakai listrik?

Bisa, lewat EV Mode, terutama saat jalan pelan atau merayap di macet. Tapi karena baterainya kecil dan tidak bisa dicolok, jaraknya terbatas dan bukan untuk menempuh jarak jauh murni listrik. Mode ini lebih untuk efisiensi harian di kota.

Kenapa mesin kadang menyala padahal mobil sedang berhenti?

Biasanya sistem sedang mengisi baterai lewat mode Series, atau menghangatkan mesin agar siap saat dibutuhkan. Ini perilaku normal mobil hybrid dan tidak perlu dikhawatirkan. Begitu baterai cukup, mesin akan mati lagi sendiri.

Apa bedanya DHT dengan CVT di varian Pro?

CVT di varian Pro adalah transmisi untuk mobil bensin biasa, mengatur tenaga dari satu mesin. DHT di varian Hybrid mengatur dua sumber tenaga sekaligus, yaitu mesin bensin dan motor listrik, beserta tiga modenya. Karakter dan tujuannya berbeda.

Bagikan

Berita lainnya

Panduan lengkap GIIAS 2026: jadwal, tiket, dan cara datang hemat
Berita

Panduan lengkap GIIAS 2026: jadwal, tiket, dan cara datang hemat

GIIAS 2026 digelar 30 Juli sampai 9 Agustus di ICE BSD City dengan 65+ merek di area 125.000 meter persegi. Panduan ini merangkum jadwal, jam buka, cara beli tiket online yang lebih hemat Rp 25.000 lewat Auto360, 9 titik shuttle gratis, dan alasan booth Wuling wajib disinggahi: harga resmi Aira ev d

Promo Wuling Juli 2026: bunga 0%, gratis asuransi, dan garansi seumur hidup di 9th Anniversary Salebration
Berita

Promo Wuling Juli 2026: bunga 0%, gratis asuransi, dan garansi seumur hidup di 9th Anniversary Salebration

Wuling merayakan tahun kesembilannya di Indonesia lewat promo 9th Anniversary Salebration sepanjang Juli 2026: bunga 0% hingga 1 tahun untuk Darion dan Eksion, gratis asuransi 2 tahun Darion EV, garansi seumur hidup komponen inti, sampai gratis perawatan 10 tahun. Ini daftar lengkapnya per model, harga OTR Jakarta terbaru, dan catatan syarat yang perlu Anda cek sebelum ke dealer.

Tertarik dengan Wuling setelah baca ini?

Tanyakan harga terbaru, promo yang berlaku, atau jadwalkan test drive. Tim kami bantu dari pilih varian sampai hitung cicilan.

Lihat lineup Wuling
Tanya via WhatsApp

Tanya-tanya dulu gak apa-apa · Balasnya cepat