Biaya ngecas Wuling Binguo EV: berapa sebulan dibanding bensin?
Hitungan jujur biaya mengisi daya New Binguo EV: sekali cas penuh baterai 31,9 kWh, biaya per kilometer, dan perbandingan dengan mobil bensin sekelas. Lengkap dengan asumsi tarif listrik dan harga BBM.
Pertanyaan yang paling sering bikin orang serius melirik Binguo bukan soal tampang retro-nya, tapi soal ini: "Sebulan ngecas-nya habis berapa, Mas?" Wajar, karena di sinilah mobil listrik benar-benar membuktikan diri, di ongkos harian yang Anda keluarkan terus-menerus.
Jadi mari kita hitung apa adanya, lengkap dengan asumsinya supaya Anda bisa mengecek sendiri. Saya pakai angka yang masuk akal, dan saya sebutkan dari mana angkanya, biar bukan sekadar klaim irit kosong.

Berapa biaya sekali cas penuh?
New Binguo EV memakai baterai 31,9 kWh untuk kedua varian, Lite maupun Pro. Dengan asumsi tarif listrik rumah non-subsidi sekitar Rp 1.450 per kWh, mengisi dari hampir kosong sampai penuh kira-kira Rp 46.000. Itu untuk jarak hingga 333 km. Bandingkan dengan mengisi satu tangki bensin yang gampang menembus ratusan ribu rupiah.
Tarif listrik bisa berbeda tergantung golongan daya rumah Anda, jadi anggap angka ini perkiraan, bukan patokan mati. Tapi gambarannya sudah jelas: mengisi penuh Binguo untuk jarak 333 km harganya setara beberapa porsi makan, bukan seperti mengisi tangki mobil bensin.
Berapa biaya per kilometernya?
Mari ubah jadi biaya per kilometer supaya gampang dibandingkan. Dengan hitungan di atas, Binguo EV memakan sekitar Rp 138 per kilometer dari listrik rumah. Bandingkan dengan mobil bensin sekelas yang konsumsinya sekitar 12 km per liter: dengan bensin Rp 10.000 per liter, biayanya sekitar Rp 833 per kilometer.
Artinya, per kilometer, Binguo EV bisa sekitar enam kali lebih murah daripada mobil bensin sekelas. Ini bukan selisih tipis. Untuk pemakaian harian yang menumpuk tiap bulan, selisih inilah yang pelan-pelan terasa di dompet Anda.
Hitungan harian dan bulanan yang nyata
Mari tempelkan ke rutinitas. Anggap Anda harian 40 km pulang-pergi kerja. Dengan Binguo EV, ongkos listriknya sekitar Rp 5.500 sehari. Dengan mobil bensin sekelas, kira-kira Rp 33.000 sehari untuk jarak yang sama. Sebulan dengan 26 hari kerja, itu sekitar Rp 143.000 untuk Binguo dan sekitar Rp 870.000 untuk mobil bensin.
Selisihnya sekitar Rp 727.000 sebulan hanya dari ongkos jalan. Saya selalu mengingatkan ini bukan angka pasti, karena tergantung jarak, tarif listrik, dan harga BBM di tempat Anda. Tapi polanya konsisten: makin sering Anda pakai, makin terasa hematnya.

Cas di rumah atau di SPKLU?
Hitungan paling hemat di atas berlaku untuk mengisi di rumah pakai listrik sendiri, dari 20 ke 100 persen sekitar 5,5 jam, pas dicas semalaman. Mengisi di stasiun pengisian umum (SPKLU) biasanya lebih mahal per kWh, apalagi fast charging. Tapi Binguo punya nilai lebih di sini: port CCS2-nya umum di SPKLU dan fast charging DC-nya mengisi 30 ke 80 persen cuma sekitar 35 menit.
Jadi untuk pola harian kota yang berangkat dari rumah dengan baterai penuh, Anda jarang benar-benar bergantung pada SPKLU. Tapi saat butuh isi cepat di tengah perjalanan, kemampuan fast charging-nya jadi penyelamat. Kombinasi inilah yang bikin Binguo nyaman dipakai harian maupun sesekali jalan lebih jauh.
Apa yang bikin pemakaian listrik lebih boros?
Sama seperti mobil bensin, gaya pakai memengaruhi konsumsi. AC yang menyala terus di tengah macet panjang, gaya nyetir yang sering tancap dan rem mendadak, serta sering melaju mendekati kecepatan maksimal akan menambah pemakaian listrik. Ban yang kurang angin juga diam-diam bikin boros.
Kebalikannya, gaya nyetir halus dan memanfaatkan perlambatan saat melepas gas membantu jarak tempuh lebih jauh dengan listrik yang sama. Hal-hal kecil yang sama seperti menghemat mobil biasa, dan di EV efeknya langsung terasa di angka jarak tempuh.
Jadi, hemat berapa setahun?
Dari ilustrasi tadi, selisih sekitar Rp 727.000 sebulan berarti sekitar Rp 8.700.000 setahun hanya dari ongkos jalan, sebelum menghitung hemat servis karena EV tidak perlu ganti oli mesin dan businya. Untuk pemakaian yang lebih jauh dari 40 km sehari, angka hematnya tentu lebih besar lagi.
Tentu, EV punya pertimbangan lain seperti jarak tempuh dan kebiasaan mengisi daya. Tapi soal biaya harian, hitungannya jelas berpihak ke listrik. Mau tahu mobilnya cocok untuk Anda atau tidak? Baca ulasan Wuling New Binguo EV dan perbandingan Lite dan Pro. Penasaran rasanya? Kami antar unit test drive ke rumah Anda. Mau tahu cicilannya? Coba simulasi kredit kami.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa biaya sekali cas penuh Wuling Binguo EV?
Dengan tarif listrik rumah sekitar Rp 1.450 per kWh, mengisi penuh baterai 31,9 kWh kira-kira Rp 46.000 untuk jarak hingga 333 km. Tarif bisa berbeda menurut golongan daya rumah Anda, jadi anggap ini perkiraan. Tetap jauh lebih murah dibanding mengisi tangki bensin.
Berapa hemat Binguo EV dibanding mobil bensin?
Per kilometer, Binguo EV bisa sekitar enam kali lebih murah dari mobil bensin sekelas. Untuk harian 40 km, ongkos listriknya sekitar Rp 5.500 sehari dibanding sekitar Rp 33.000 untuk bensin. Selisihnya bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah per bulan, tergantung pemakaian.
Berapa lama fast charging Binguo EV?
Dengan fast charging DC, dari 30 ke 80 persen sekitar 35 menit. Pengisian AC di rumah dari 20 ke 100 persen sekitar 5,5 jam, cocok dicas semalaman. Port pengisiannya CCS2, umum tersedia di stasiun pengisian Indonesia tanpa perlu adapter tambahan.
Apakah biaya cas di SPKLU sama dengan di rumah?
Tidak. Mengisi di stasiun pengisian umum, terutama fast charging, biasanya lebih mahal per kWh dibanding listrik rumah. Hitungan paling hemat berlaku saat Anda mengisi di rumah, misalnya pada malam hari. SPKLU lebih untuk perjalanan jauh atau isi cepat saat butuh.